Selasa, 03 September 2013





MENYONGSONG PESTA DEMOKRASI 2014

OLEH: TOBA MUARA ARITONANG 

            Melihat gejolak politik hari ini yang kian terasa menuju tahun politik 2014 ada berbagai isu hangat mengenai partai maupun tokoh politik. Tahun 2013 merupakan ajang bagi para partai politik untuk menarik perhatian masyarakat berbagai kebijakan akhirnya sarat untuk mencari dukungan dan membahagiakan konstituen masing-masing partai maupun para tokoh politik yang akan bertarung dipemilu 2014.Mulai dari iklan yang menggambarkan pencitraan diri yang dekat dengan masyarakat, politisi yang lebih sering turun kepada masyarakat, hingga menggunakan momen keagamaan untuk menarik simpati masyarakat. Ini menggambarkan para politisi dinegara ini masih banyak yang menerapkan politik pragmatis yang hanya untuk kepentingan meraih kekuasaan, hanya sebagian kecil dari politisi kita yang menerapkan politik sebagai pengabdian kepada masyarakat.
            Pemilu merupakan proses demokrasi dimana proses transisi kekuasaan yang ditentukan oleh rakyat. Sudah seharusnya rakyat harus dicerdaskan dengan pendidikan politik yang menjadi tugas Partai politik, akan tetapi tugas ini tidak dilaksanakan. Pemilu merupakan masa bagi rakyat untuk menentukan pilihan dan merupakan ajang penilaian apakah partai politik atau pun kader yang telah diberikan kepercayaan 5 tahun silam melaksanakan amanat rakyat dengan baik atau hanya menggunakan kekuasaan untuk kepentingan individu maupun  kelompok. Disinilah tingkat urgensi pendidikan  politik sehingga masyarakat tidak terjebak pada retorika politisi ketika berkampanye, ataupun memilih calon pejabat publik melihat pada latar belakang calon yang merupakan satu suku atau beragama tanpa melihat kapasitas seseorang.
            Pemilih yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang berintegritas sekaligus mumpuni dalam menjalankan amanat rakyat. Disinilah letak permasalahannya jika melihat proses pemilu dikatakan berhasil bukan hanya jika mekanismenya berjalan sesuai aturan akan tetapi lebih penting adalah pesta demokrasi tersebut juga menghasilkan pemimpin yang berkualitas juga. Sehingga harga yang harus kita bayar dalam suatu pelaksanaan pemilu sesuai dengan kualitas pemimpin yang terpilih, bukan malah sebaliknya anggaran besar untuk pemilu akan tetapi kualitas pemimpin yang terpilih yang rendah.
            Jangan sampai negara ini salah surus karena kesalahan dalam memilih calon pejabat publik. Jika menelisik pada nama-nama calon anggota legislatif yang didaftarkan partai politik kita bisa melihat nama-nama lama yang bisa dikatakan calon petahanan yang seharusnya dinilai masyarakat secara objektif apakah benar-benar melaksanakan amanat rakyat atau tidak, sehingga ada seleksi objektif dalam menentukan pilihan terhadap calon pejabat publik. Dan juga masyarakat jangan sampai terjebak pada kepentingan pragmatis parpol dimana untuk memenangkan pemilu 2014 akan mendaftarkan calon anggota legislatif lebih mengutamakan mereka-mereka yang punya duit, terkenal, dan memiliki ketokohan dimasyarakat sehingga bisa menjadi pengumpul suara atau sering kita sebut sebagai “voot getter” dipemilu 2014, bukan melalui proses pengkaderan partai. Dalam arti, siapa pun kader yang baik, yang menganut prinsip bahwa berpolitik adalah dalam rangka bernegara, dan bernegara adalah berkonstitusi berhak mendapatkan tempat dan dukungan penuh dari partai untuk maju dalam pemilu 2014 akan tetapi justru sebaliknya mereka yang tidak melalui pengkaderan yang lebih diutamakan karena kepentingan kemenangan partai.
            Sebagai mahasiswa menjadi hal yang penting untuk mencerdaskan masyarakat pemilih dalam pemilu 2014. Ada berbagai cara yang bisa kita tempuh dalam melakukan pendidikan politik dari hal yang paling kecil menurut saya adalah mulai ikut dalam forum-forum kemasyarakatan yang ada di RT atau RW tempat kita tinggal misalnya forum diskusi antar warga. Proses diskusi bersama dalam rangka mencerahkan pemahaman masyarakat dalam menentukan pilihan. Dalam lingkup yang lebih besar mungkin kita bisa melakukan sarasehan ditingkat kecamatan atau kelurahan dalam rangka pendidikan politik. Mungkin tidak banyak hal besar yang bisa kita lakukan akan tetapi dari langkah kecil dan dari tangan-tangan kecil kita suatu perubahan besar dimulai.Pemilu bukan sebagai tontonan tapi sebagai sebuah pesta demokrasi yang menentukan masa depan bangsa untuk 5 tahun yang akan datang. Jadi ayo bergerak dan berbuat untuk Indonesia yang lebih baik.

1 komentar:

  1. Why Blackjack is so popular with friends, and is also played on
    While 광주광역 출장샵 the 전라남도 출장안마 casino has 포천 출장샵 its share 안동 출장안마 of blackjack enthusiasts and 영천 출장안마 their favorite friends, such as Jackpotcity Casino, there are some blackjack fans out there who

    BalasHapus

Text

GMKI MALANG

GMKI MALANG
Ut Omnes Unum Sint