Jumat, 19 April 2013

GMKI Belum Membumi


                                                         Cabang Yogyakarta memaparkan laporan PDSPK


Salah satu kendala yang dihadapi GMKI di wilayah IV dan V yaitu belum membumi. Hal ini karena masih sedikit kader yang berasal dari cabang asal. Selain itu, tuntutan studi juga menjadi salah satu faktor yang dihadapi. “Tuntutan studi yang mepet ditempuh dalam tiga hingga empat tahun menjadi masalah eksternal.” Jelas Ariyanto Mapada selaku Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian (Kabid PKK) Pengurus Pusat GMKI.

Terkait kendala tersebut, beliau berpendapat bahwa GMKI di tingkatan cabang terutama wilayah IV dan V perlu melibatkan mahasiswa yang berasal dari gereja-gereja lokal. “Proses hubungan kaderisasi belum berjalan baik dan ini bisa menjadi salah satu solusi.” Tambahnya.

GMKI cabang Yogyakarta mengakui bahwa  proses regenerasi pemahaman PDSPK sempat terputus karena masalah ini. “Kita masih memakai kedekatan emosional dan kesukuan dan kebanyakan teman-teman yang dikader setelah selesai masa studi segera pulang ke daerah. Itu yang menjadi kesulitan.” Ujar Kabid PKK GMKI cabang Yogyakarta, Johanis Umbu Saga Anaka.

Hingga berita ini diturunkan, cabang Purwokerto tidak menghadiri acara PDSPK 2006 di Yogyakarta. Sesuai dengan jadwal kegiatan, setelah laporan dari tiap cabang yang ada di wilayah IV dan V akan dilanjutkan dengan materi Filosofi PDSPK 2006.

Kamis, 18 April 2013

MENJADI TELADAN SEPERTI TITUS UNTUK JEMAAT DI KRETA



                                                 Mathilda Jeanne Tadu memimpin ibadah pembukaan Semiloka 


Acara pembukaan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) dibuka dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pendeta Mahasiswa BKS PGI-GMKI, Mathilda Jeanne Tadu.

Dalam khotbahnya, beliau berpesan kader GMKI yang hadir untuk menjadi teladan di negeri ini. “Persoalan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini seakan-akan sah-sah saja dan banyak mendapat simpati. Tema yang digunakan GMKI menjadi jawaban keresahan yang ada.” Jelasnya.

Rasul Paulus menyuruh Titus untuk menindaklanjuti keresahan yang ada di jemaat Kreta dengan cara menilik penatua. Penatua yang disiapkan harus menjadi teladan bagi jemaat sehingga para penilik mampu melawan ajaran-ajaran sesat yang ada di Kreta. Bentuk perlawanan ini merupakan perlawanan yang bijak. GMKI pula harus menjadi jawaban bagi persoalan-persoalan negeri ini yang sedang terjadi dengan cara menjadi teladan dalam berbuat baik.

Pembukaan dihadiri oleh cabang Surakarta, Surabaya, Malang dan Yogyakarta selaku tuan rumah. Setelah ibadah dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan pembukaan yang diwakili oleh Pengurus Pusat GMKI Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian, Ariyanto Mapada pada pukul 17:30 WIB.

Text

GMKI MALANG

GMKI MALANG
Ut Omnes Unum Sint