Cabang Yogyakarta memaparkan laporan PDSPK
Salah satu kendala yang dihadapi GMKI di wilayah IV dan V
yaitu belum membumi. Hal ini karena masih sedikit kader yang berasal dari
cabang asal. Selain itu, tuntutan studi juga menjadi salah satu faktor yang
dihadapi. “Tuntutan studi yang mepet ditempuh dalam tiga hingga empat tahun
menjadi masalah eksternal.” Jelas Ariyanto Mapada selaku Ketua Bidang Pendidikan
Kader dan Kerohanian (Kabid PKK) Pengurus Pusat GMKI.
Terkait kendala tersebut, beliau berpendapat bahwa GMKI di
tingkatan cabang terutama wilayah IV dan V perlu melibatkan mahasiswa yang
berasal dari gereja-gereja lokal. “Proses hubungan kaderisasi belum berjalan
baik dan ini bisa menjadi salah satu solusi.” Tambahnya.
GMKI cabang Yogyakarta mengakui bahwa proses regenerasi pemahaman PDSPK sempat
terputus karena masalah ini. “Kita masih memakai kedekatan emosional dan
kesukuan dan kebanyakan teman-teman yang dikader setelah selesai masa studi
segera pulang ke daerah. Itu yang menjadi kesulitan.” Ujar Kabid PKK GMKI
cabang Yogyakarta, Johanis Umbu Saga Anaka.
Hingga berita ini diturunkan, cabang Purwokerto tidak menghadiri acara PDSPK 2006 di Yogyakarta. Sesuai dengan jadwal kegiatan, setelah laporan dari tiap cabang yang ada di wilayah IV dan V akan dilanjutkan dengan materi Filosofi PDSPK 2006.
